
KEMENAG, MIN 4 TEBO – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Tebo, Jambi, menuntut kesiapsiagaan dari segenap guru dan tenaga kependidikan madrasah. Menanggapi kondisi kualitas udara yang berisiko bagi kesehatan, MIN 4 Tebo secara sigap mengambil langkah antisipasi dengan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) serta aktivitas siswa dari luar ruangan ke dalam kelas, Senin (7/9/2026).
Kabupaten Tebo menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah akibat bencana kabut asap musim ini. Berdasarkan data terkini hingga akhir Agustus, total luasan lahan yang terbakar di Tebo telah menembus angka 175,46 hektar dengan 584 titik panas (hotspot) yang terpantau melalui citra satelit. Topografi wilayah Tebo yang dikelilingi perbukitan mengakibatkan asap terperangkap, sehingga Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sempat melonjak hingga kategori berbahaya sebelum akhirnya berhasil ditekankan ke status sedang oleh Satgas Gabungan.
Guna melindungi kesehatan para peserta didik, pihak MIN 4 Tebo menerapkan protokol pengamanan lingkungan secara ketat. Seluruh aktivitas outdoor, seperti olahraga, upacara, dan jam istirahat di lapangan, dibatasi dan dialihkan penuh ke dalam ruang kelas. Pendekatan ini sejalan dengan protokol kesehatan pemerintah yang berfokus pada peminimalan paparan polutan luar serta optimalisasi sirkulasi udara di area tertutup.
Peningkatan konsentrasi asap di udara memicu risiko terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah dasar. Sebagai langkah pencegahan tambahan, para siswa, guru, dan staf diimbau untuk konsisten menggunakan masker saat berada di area terbuka maupun saat berpindah ruangan.
*Bass
|
40x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...